BookRaudah
Untuk jamaah umrah Indonesia

Booking Raudah lebih tenang kalau disiapkan dari rumah

Sebagian besar jamaah baru memikirkan izin masuk Raudah ketika kaki sudah menginjak Madinah. Di titik itu pilihan tinggal sedikit dan waktu sudah mepet. Kami mengajak Bapak dan Ibu membereskannya lebih awal: akun, data, dan rencana harinya.

BookRaudah adalah pendamping independen. Reservasi resminya tetap terbit lewat platform Nusuk dan tidak dipungut biaya oleh pemerintah Arab Saudi. Situs ini tidak menerima pembayaran dalam bentuk apa pun.

Cara Kerja

Tiga langkah, tanpa berputar-putar

Alurnya sengaja dibuat pendek. Bapak dan Ibu tidak perlu mengisi formulir apa pun di situs ini — semuanya dibicarakan langsung di percakapan.

  1. Kirim rencana perjalanannya

    Cukup sebutkan perkiraan tanggal berada di Madinah dan siapa saja yang ikut. Bertanya tidak dipungut biaya dan tidak mengikat Bapak dan Ibu untuk melanjutkan.

  2. Kami periksa kesiapannya

    Akun pengunjung Nusuk, kecocokan data dengan paspor, pemisahan kategori pria dan wanita, serta ponsel yang akan dibawa — empat hal ini yang paling sering menghambat.

  3. Pengajuan dijalankan per orang

    Bila jadwal tersedia dan sistem Nusuk menyetujui, bukti izin berupa kode QR muncul di aplikasi atas nama masing-masing jamaah untuk dipindai di pintu masuk.

Percakapan dilayani pada jam kerja; pesan yang masuk di luar jam itu dijawab pada giliran berikutnya. Nomor kami 0898-7605-020 — silakan disimpan dulu meski belum ingin bertanya sekarang.

Untuk Siapa

Layanan ini paling terasa gunanya bagi…

Jamaah yang berangkat mandiri

Tidak ada petugas travel yang mengurusi apa pun, sehingga seluruh proses pemesanan berada di tangan sendiri. Kami menemani supaya langkahnya tidak diraba-raba.

Rombongan keluarga

Suami, istri, orang tua, dan anak tidak akan berkunjung pada waktu yang sama karena sesinya terpisah. Pembagian giliran dan titik temu perlu direncanakan sejak awal.

Pendamping jamaah lanjut usia

Orang tua yang dibawa berumrah biasanya tidak mengurus aplikasi sendiri. Anak atau pendampingnya yang menyiapkan, dan izin tetap terbit atas nama orang tua tersebut.

Yang jadwalnya mepet

Hari di Madinah hanya dua atau tiga hari, sementara pilihan waktunya terbatas. Menyusun urutan rencana lebih awal membuat sisa harinya tidak habis untuk mencoba-coba.

Sebaliknya, layanan ini kurang cocok bila yang dicari adalah kepastian memperoleh jadwal. Keputusan itu ada di sistem Nusuk, bukan pada pihak mana pun di luarnya.

Persiapan

Yang sebaiknya beres sebelum mulai memesan

Daftar pendek ini disusun dari kendala yang paling sering muncul di percakapan. Sebagian besar bisa diselesaikan sambil duduk di rumah, jauh sebelum koper dikemas.

  • Aplikasi Nusuk sudah terpasang dan akun pengunjung sudah bisa dibuka. Jamaah asal Indonesia mendaftar sebagai pengunjung; Nafath hanya untuk warga dan penduduk Arab Saudi.
  • Ejaan nama dan data identitas mengikuti paspor, bukan ejaan yang biasa dipakai sehari-hari. Selisih satu huruf sudah cukup untuk menimbulkan masalah di kemudian hari.
  • Kategori pria atau wanita dipastikan benar sejak awal, sebab Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memang menyediakan dua layanan izin yang terpisah.
  • Ponsel yang dipakai memesan sebaiknya ponsel yang dibawa ke Madinah, karena kode QR ditunjukkan langsung dari aplikasi ketika hendak masuk.
  • Alamat resmi diketik sendiri di peramban. Otoritas mengimbau pengurusan hanya lewat kanal resmi, dan tautan yang dikirim lewat pesan tidak selalu benar.
  • Rencana hari di Madinah disusun dengan satu hari cadangan, supaya masih ada ruang bila waktu yang diinginkan tidak tersedia.

Ketentuan di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu. Sebelum berangkat, periksa kembali keterangan yang ditampilkan aplikasi Nusuk terbaru — itulah rujukan yang paling mutakhir.

Tanya Jawab

Enam pertanyaan yang hampir selalu muncul

Apakah BookRaudah bagian dari Nusuk atau pemerintah Arab Saudi?

Bukan. BookRaudah berdiri sendiri sebagai pendamping jamaah. Yang menerbitkan izin masuk Raudah adalah platform Nusuk milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, bukan kami.

Kalau izin di Nusuk gratis, lalu apa yang dibayar di sini?

Izinnya memang gratis dan kami menegaskan hal itu. Yang berbayar adalah tenaga pendampingan: menyiapkan data, menjalankan pengajuan, dan menemani sampai prosesnya jelas. Kami tidak menjual izin, karena izin memang tidak diperjualbelikan. Bila ada pihak yang menawarkan izin Raudah sebagai barang dagangan, sebaiknya Bapak atau Ibu menjauh.

Apakah jadwal kunjungan sudah tentu diperoleh?

Tidak ada pihak mana pun yang sanggup memastikan hal itu. Ketersediaan jadwal ditentukan sistem Nusuk dan daya tampung Raudah yang luasnya hanya sekitar 330 meter persegi. Kami mengerjakan prosesnya, bukan menentukan keputusan sistem.

Bagaimana cara pembayaran jasa pendampingan?

Dibicarakan di percakapan WhatsApp setelah kebutuhan Bapak atau Ibu terbaca jelas. Situs ini tidak memiliki keranjang, formulir bayar, maupun kanal pembayaran apa pun.

Bisakah booking Raudah dikerjakan sebelum berangkat dari Indonesia?

Persiapan dan pemesanan reguler dikerjakan lewat akun pengunjung di Nusuk, dan itu dapat dimulai dari tanah air. Yang tidak bisa dipakai dari Indonesia adalah Jalur Instan, karena syaratnya pemohon sedang berada di Kawasan Pusat Madinah.

Bisakah satu orang memesankan untuk seluruh keluarga?

Pengurusannya boleh dibantu satu orang, tetapi izinnya tetap terbit satu per satu atas nama masing-masing. Izin Raudah bersifat pribadi, terikat identitas pemegangnya, dan tidak dapat dipindahtangankan.

Artikel Terbaru

Bacaan singkat sebelum mulai memesan

Buka seluruh daftar artikel

Mulai dari satu pertanyaan saja

Tidak perlu menunggu rencana matang. Sebutkan perkiraan tanggal di Madinah dan siapa yang ikut, nanti kami bantu petakan langkahnya. Bertanya tidak dipungut biaya dan tidak ada kewajiban melanjutkan ke layanan berbayar.

Konsultasi Gratis lewat WhatsApp
WhatsApp